FAQ
Selamat datang di pusat bantuan dan informasi Info Bekam Indonesia. Kami telah merangkum berbagai pertanyaan yang paling sering diajukan oleh masyarakat mengenai terapi bekam, mulai dari sisi medis, syariat, hingga teknis pelaksanaan. Semoga panduan ini memberikan kejelasan bagi Anda yang ingin memulai perjalanan kesehatan thibbun nabawi.
Seputar Dasar Terapi Bekam
Apa itu terapi bekam sebenarnya?
Bekam, atau secara internasional dikenal sebagai cupping therapy, adalah metode pengobatan dengan cara melakukan penyedotan lokal pada permukaan kulit untuk menciptakan tekanan negatif. Proses ini kemudian diikuti dengan pengeluaran sebagian kecil darah statis (darah yang mengandung sisa metabolisme) melalui sayatan tipis atau tusukan jarum steril. Tujuannya adalah untuk melancarkan peredaran darah, membuang toksin, dan merangsang sistem imun tubuh.
Apakah bekam memiliki landasan medis yang kuat?
Ya. Secara medis, bekam bekerja dengan prinsip Micro-Injury. Ketika kulit disedot dan diberikan perlukaan kecil, tubuh akan merespons dengan mengirimkan sel-sel penyembuh ke area tersebut. Proses ini meningkatkan sirkulasi kapiler, memicu pelepasan endorfin (pereda nyeri alami), dan membantu membuang zat-zat pemicu peradangan yang tertahan di jaringan ikat.
Keamanan dan Prosedur
Apakah proses bekam itu menyakitkan?
Rasa nyeri saat bekam bersifat sangat subjektif, namun mayoritas pasien menggambarkan rasanya seperti "gigitan semut" atau cubitan kecil saat proses penusukan jarum/sayatan. Teknik penyedotan (kop) sendiri justru seringkali memberikan rasa rileks seperti dipijat. Terapis profesional di mitra kami, seperti di Baturraden atau Kedungbanteng, selalu memastikan pasien merasa nyaman sebelum memulai tindakan.
Bagaimana standar kebersihan alat yang digunakan?
Di Info Bekam Indonesia, kami hanya merekomendasikan praktisi yang mematuhi standar higienitas ketat. Alat yang bersentuhan dengan darah, seperti jarum (lancet) atau pisau, wajib bersifat sekali pakai (disposable). Sedangkan cangkir bekam (kop) harus melalui proses sterilisasi ganda menggunakan cairan antiseptik standar medis dan alat sterilisator.
Siapa saja yang tidak diperbolehkan melakukan bekam?
Meskipun bermanfaat, ada beberapa kondisi (kontraindikasi) yang dilarang untuk berbekam, antara lain:
Penderita anemia berat atau tekanan darah sangat rendah.
Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah secara rutin.
Ibu hamil (terutama di area perut dan pinggang).
Penderita penyakit kulit menular di area yang akan dibekam.
Kondisi fisik yang sangat lemah atau sedang demam sangat tinggi.
Manfaat dan Pasca Terapi
Apa manfaat utama yang akan saya rasakan setelah bekam?
Banyak pasien merasakan badan terasa lebih ringan, penglihatan lebih jernih, dan ketegangan otot di pundak serta leher berkurang drastis. Secara jangka panjang, bekam rutin membantu menstabilkan tekanan darah, menurunkan kadar asam urat dan kolesterol, serta meningkatkan kualitas tidur.
Mengapa muncul bekas lingkaran merah keunguan setelah bekam?
Bekas tersebut dikenal dengan istilah ecchymosis. Secara medis, ini bukan luka memar akibat benturan, melainkan respons jaringan terhadap sedapan vakum yang menandakan adanya stagnasi darah yang berhasil ditarik ke permukaan. Bekas ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3 hingga 7 hari, tergantung pada metabolisme masing-masing individu.
Apa yang harus dilakukan (dan dilarang) setelah berbekam?
Dianjurkan: Minum air putih hangat atau madu, serta beristirahat yang cukup.
Dilarang: Mandi air dingin segera setelah bekam (tunggu minimal 2-3 jam dengan air hangat), makan terlalu berat/pedas dalam 1 jam pertama, dan melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat.
Waktu dan Frekuensi
Kapan waktu terbaik untuk melakukan bekam?
Secara medis, bekam bisa dilakukan kapan saja saat tubuh merasa sakit. Namun, untuk penjagaan kesehatan, sangat dianjurkan mengikuti Waktu Sunnah, yaitu pada tanggal 17, 19, dan 21 setiap bulan Hijriah. Pada waktu ini, posisi bulan berada pada titik yang mengoptimalkan penarikan cairan tubuh dan sisa metabolisme.
Berapa kali sebaiknya saya melakukan bekam dalam setahun?
Untuk pemeliharaan kesehatan (preventif), bekam sebulan sekali sudah sangat mencukupi. Namun, untuk terapi penyembuhan penyakit tertentu, frekuensinya mungkin lebih intensif sesuai dengan anjuran terapis profesional yang menangani Anda.
Layanan di Wilayah Banyumas
Di mana saya bisa menemukan tempat bekam terpercaya di Banyumas?
Kami memiliki referensi lokasi yang kredibel seperti Bekam Sokawera di Baturraden, Bekam Karangnangka di Kedungbanteng, dan Bekam Prompong di Kutasari. Semua lokasi ini dipilih karena rekam jejak mereka yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan pasien.
.jpg)